Banjir di Desa Hurip Jaya Bekasi Belum Surut Kenapa Bisa Begitu

 

Banjir di Desa Hurip Jaya Bekasi Belum Surut Kenapa Bisa Begitu

Desa Hurip Jaya di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi tetap terendam banjir hingga minggu ini. Warga masih bergulat dengan genangan air yang belum turun meskipun hujan deras sudah sedikit mereda. 

Dampak dari bencana ini terus dirasakan oleh ribuan kepala keluarga, sekolah, dan fasilitas umum. Para pemangku wilayah terus berupaya menanggulangi kondisi namun tantangan seperti tanggul yang jebol dan sungai tersumbat membuat proses lama surutnya air menjadi lebih rumit.

Posisi Hurip Jaya di Zona Rawan Banjir

Desa Hurip Jaya terletak di salah satu area rendah di wilayah Kabupaten Bekasi yang selama puncak musim hujan selalu rentan banjir. 

Curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari membuat sejumlah titik aliran air meluap tidak hanya dari permukaan, tapi juga dari sungai-sungai kecil yang membelah wilayah ini. Walaupun hujan sudah mulai mereda, genangan air masih dominan terlihat di pemukiman warga, sekolah, dan lahan pertanian.

Air yang mengendap terlihat di jalan utama dan gang perkampungan, sampai ketinggian antara 30 hingga 40 cm di banyak titik. Kondisi ini membuat mobilitas warga turun drastis karena banyak kawasan yang harus dilintas dengan susah payah. 

Banjir yang bersifat stagnan seperti ini bukan hanya soal jumlah air yang masuk, tapi juga soal bagaimana air itu bisa keluar dari permukaan tanah yang sudah jenuh dan sungai yang kapasitasnya sudah tidak mampu menampung debit air lebih lanjut.

Apa Penyebab Banjir Belum Surut

Tanggul Jebol dan Debit Air Tinggi

Salah satu alasan kuat kenapa banjir di Hurip Jaya tak kunjung surut adalah tanggul yang tidak mampu menahan bertambahnya debit air akibat hujan lebat

Beberapa titik tanggul di wilayah Sukatani dan Sukamulya jebol sehingga air sungai langsung meluap ke pemukiman warga. Kondisi jebolnya tanggul membuat kontrol aliran air sulit dilakukan dan banjir pun makin sulit surut.

Perbaikan tanggul terus dilakukan oleh instansi terkait, tetapi pekerjaan ini membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Akibatnya, aliran air tetap sulit dikendalikan sehingga banjir masih menggenangi berbagai titik meskipun hujan sudah mendingin.

Sumbatan Aliran Sungai

Selain tanggul, aliran sungai yang tersumbat jadi penyebab lain mengapa air belum turun. Sungai Kelici yang melintasi wilayah Hurip Jaya mengalami penyumbatan oleh material sampah, endapan tanah dan vegetasi. 

Sungai yang tersumbat membuat air menjadi lambat bergerak ke hilir. Akibatnya genangan tidak turun dan terus berada di pemukiman warga serta sekolah-sekolah.

Sungai yang tidak lancar seperti ini sering dipicu oleh faktor lingkungan seperti kurangnya pembersihan rutin dan perubahan fungsi lahan yang mengurangi area resapan air. Bila area resapan berkurang, air hujan yang jatuh tidak terserap maksimal ke tanah sehingga lebih mudah menumpuk di permukaan.

Curah Hujan Masih Tinggi

Walaupun hujan deras sudah mulai mereda, kondisi musim hujan belum sepenuhnya berakhir. Intensitas curah hujan yang tinggi sejak awal Januari telah membuat tanah jenuh air. Tanah yang sudah jenuh tidak bisa menampung lagi aliran air sehingga air permukaan lebih cepat mengalir ke kawasan rendah.

BPBD Kabupaten Bekasi bahkan telah mengimbau warga agar tetap siaga karena potensi hujan masih ada di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ikut berkontribusi membuat volume air di sungai tetap tinggi dan sulit turun bahkan saat hujan sudah mulai berkurang.

Dampak Langsung Banjir di Hurip Jaya

Warga dan Aktivitas Terganggu

Dampak paling terlihat dari banjir yang tak kunjung surut ini adalah gangguan terhadap aktivitas warga Desa Hurip Jaya. Ribuan kepala keluarga harus menghindari genangan air yang masih tinggi, beberapa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi atau tempat pengungsian sementara.

Perekonomian warga juga terganggu. Usaha kecil seperti warung, toko kecil, dan pedagang di sekitar perumahan ikut berhenti sementara karena akses jalan yang masih terendam. Hal ini membuat kegiatan ekonomi lokal melambat.

Sekolah Terendam dan Belajar Daring

Fasilitas pendidikan juga ikut terdampak. SDN Hurip Jaya 02 mengalami genangan air di hampir seluruh ruang kelas dan halaman sekolah selama lebih dari empat hari. 

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan normal dan ratusan siswa terpaksa belajar dari rumah secara daring. Perabot sekolah bahkan mengambang karena air banjir, memperburuk kerusakan fasilitas pendidikan.

Upaya Pemerintah dan Imbauan Warga

Evakuasi dan Bantuan Logistik

Pemerintah Kabupaten Bekasi turun langsung ke lokasi banjir untuk memantau kondisi warga dan memastikan bantuan logistik tersalur ke yang membutuhkan. Evakuasi warga yang terjebak genangan juga dilakukan oleh BPBD bersama relawan di titik-titik terdampak.

Dapur umum dan tenda pengungsian didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Selain itu, instansi juga memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat untuk mempercepat respons bencana di lapangan.

Himbauan Waspada Banjir

BPBD Bekasi mengingatkan bahwa puncak musim hujan masih berlangsung dan warga terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir perlu meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan seperti memantau kondisi sungai, menyiapkan jalur evakuasi, dan menyimpan dokumen penting perlu terus dilakukan hingga musim hujan benar-benar berakhir. 

Banjir di Desa Hurip Jaya Bekasi yang belum surut bukan sekadar soal curah hujan saja. Kombinasi tanggul jebol, sungai tersumbat, dan intensitas hujan yang tinggi membuat genangan air susah turun. Dampaknya luas, dari terganggunya aktivitas warga hingga sekolah yang terendam. 

Pemerintah terus bergerak cepat untuk menangani kondisi ini, namun kewaspadaan dan keterlibatan warga tetap diperlukan. Ini jadi pengingat bahwa penanganan bencana banjir butuh sinergi antara perbaikan infrastruktur, penataan lingkungan, dan kesiapsiagaan komunitas lokal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Huawei MatePad Edge Jadi Tablet 2-in-1 dengan RAM Monster 32 GB

Lowongan Kerja Kapal Pesiar di Sumatera, Informasi dan Jalur Resmi Pendaftarannya

Honor Ungkap “Robot Phone”, Perpaduan Ponsel dan Kecerdasan Robotik