"Prabowo Hanya Gunakan Satu Pesawat Saat Kunjungan Luar Negeri" Ujar Seskab

 

"Prabowo Hanya Gunakan Satu Pesawat Saat Kunjungan Luar Negeri" Ujar Seskab

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberi klarifikasi resmi yang menepis isu bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kenegaraan ketika melakukan kunjungan luar negeri. 

Pernyataan ini disampaikan secara tegas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada awal bulan Februari 2026.

Pernyataan Seskab ini muncul di tengah beredarnya kabar yang sempat ramai di publik, menyatakan bahwa kepala negara memanfaatkan dua pesawat resmi dalam perjalanan dinas ke luar negeri. Menurut Teddy, informasi seperti itu tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terkait penggunaan fasilitas negara.

Dalam keterangan resminya, Teddy menegaskan bahwa sejak satu tahun terakhir, Presiden Prabowo hanya menggunakan satu pesawat resmi untuk perjalanan luar negeri, yakni pesawat milik maskapai nasional. Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam spekulasi di masyarakat.

Satu Pesawat Resmi Yang Dimaksud

Garuda Indonesia Boeing 777

Dalam penjelasannya, Teddy memastikan bahwa pesawat yang dimaksudkan adalah Boeing 777 milik Garuda Indonesia. Pesawat berkapasitas besar ini sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh oleh kepala negara.

Pilihan pesawat ini bukan tanpa alasan. Boeing 777 merupakan armada yang memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan fasilitas yang diperlukan untuk perjalanan kenegaraan, termasuk ruang kerja, komunikasi aman, dan kapasitas untuk rombongan terbatas. 

Penggunaan pesawat ini juga konsisten dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan maskapai nasional dalam operasional kenegaraan.

Bantahan Isu Dua Pesawat Kenegaraan

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Presiden memakai dua pesawat kenegaraan saat kunjungan luar negeri. Teddy menegaskan bahwa klaim semacam itu “tidak benar”. Menurutnya, hanya ada satu pesawat resmi yang digunakan dalam setiap perjalanan luar negeri oleh Presiden.

Selain itu, penyebaran isu itu sempat memperlihatkan pemahaman yang keliru di kalangan publik mengenai peran pesawat lain yang ikut dalam rombongan. 

Teddy menjelaskan bahwa pesawat tambahan bukan merupakan pesawat kepresidenan kedua, melainkan armada lain yang memang ditugaskan untuk membawa beberapa unsur pendukung sesuai dengan regulasi.

Peran Pesawat Pendukung Lainnya

Armada TNI AU

Meskipun Presiden Prabowo hanya bepergian dengan satu pesawat resmi, Teddy membenarkan bahwa ada pesawat lain yang ikut dalam rombongan. Pesawat tersebut berasal dari TNI Angkatan Udara (AU) dan berfungsi sebagai pendukung logistik serta unsur pendamping perjalanan.

Pesawat TNI AU itu bukan pesawat kenegaraan. Fungsinya adalah membawa tim protokol, personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), tim medis, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan media yang mendampingi perjalanan Presiden. Semua ini sesuai dengan ketentuan hukum dan protokol yang berlaku untuk kunjungan resmi negara.

Alasan Fungsional di Balik Pendampingan

Kehadiran armada pendukung seperti yang dikelola TNI AU dimaksudkan untuk memastikan perjalanan kenegaraan berjalan dengan baik dan aman. Ini termasuk memberikan fleksibilitas logistik, ruang untuk perangkat administratif, serta memudahkan koordinasi protokol yang kompleks.

Dalam praktiknya, kehadiran pesawat pendukung tergantung pada kebutuhan setiap perjalanan dan struktur rombongan yang menyertai Presiden. Hal ini juga menegaskan bahwa tidak ada pesawat ekstra yang digunakan untuk tujuan lain selain mendukung perjalanan kenegaraan.

Implikasi Bagi Opini Publik

Meredam Spekulasi

Penegasan dari Seskab ini penting untuk menghentikan spekulasi yang beredar di masyarakat viral, terutama di media sosial dan platform diskusi publik. 

Informasi soal penggunaan dua pesawat tidak hanya menyesatkan, tetapi juga bisa berdampak pada persepsi publik terhadap efisiensi dan transparansi penggunaan fasilitas negara.

Klarifikasi yang diberikan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih akurat tentang praktik perjalanan dinas kenegaraan dan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pernyataan resmi pemerintahan.

Konsistensi Kebijakan Transportasi Kenegaraan

Selain itu, pembantahan ini juga mencerminkan konsistensi kebijakan pemerintah dalam hal pemanfaatan fasilitas transportasi kenegaraan. Penggunaan satu pesawat resmi yang memenuhi standar operasional, sambil tetap mematuhi aturan yang berlaku, menunjukkan upaya untuk menjaga efektivitas dan efisiensi anggaran negara. 

Isu penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan luar negeri telah dibantah secara tegas oleh Sekretaris Kabinet. Pemerintah menegaskan bahwa hanya satu pesawat resmi, milik Garuda Indonesia, yang digunakan untuk perjalanan tersebut. 

Pesawat tambahan yang ikut hanya berfungsi sebagai dukungan logistik dan protokol sesuai kebutuhan rombongan. Penjelasan ini dimaksudkan untuk meluruskan informasi yang keliru di publik dan memperkuat pemahaman masyarakat tentang tata kelola fasilitas perjalanan kenegaraan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Huawei MatePad Edge Jadi Tablet 2-in-1 dengan RAM Monster 32 GB

Lowongan Kerja Kapal Pesiar di Sumatera, Informasi dan Jalur Resmi Pendaftarannya

Cara Kerja Kru Kapal Pesiar dalam Operasional Harian